Tuesday, June 4, 2013

Paper Cuts for a Special Birthday Gift



    Nah nah nah, bahasan baru lagi, agak ringan dan santai kali ini, berbicara Paper Cuts memang tidak ada habisnya, selalu ada yang baru dan menarik untuk dibahas. Karya seni ini dapat disulap menjadi apa saja yang kita inginkan, sesuai dengan keinginan kita dan untuk apa kita membuatnya. Kali ini saya mau sedikit berbagi tentang salah satu karya Paper Cuts yang sudah saya buat, dari udulnya mungkin sudah tertebak untuk apa saya membuat karya ini. Karya Paper Cuts ini merupakan salah satu karya Paper Cuts dengan ukuran kertas paling besar yang pernah saya buat, tidak terlalu ekstrim sebenarnya, hanya ukuran A2. Namun juga cukup menyita waktu dan tenaga bila teknik pembuatannya menggunakan Hand Cuts.



(behind the scene of making Paper Cuts)

    Masa pembuatan Paper Cuts ini menghabiskan waktu 3 minggu dengan masa pengerjaan waktunya 14 jam perhari. Mengapa begitu lama? Selain ukuran kertas yang besar pengerjaran detail dalam pengerjaannya juga membutuhkan kesabaran ekstra. Karena dalam proses Hand Cuts biasanya muncul ide baru yang menambah detail pada saat memotong dan berbeda dengan sketsa awal, bahkan merubah dari sketsa awal. Hal tersebut merupakan salah satu keuntungan dari Hand Cuts dibandingkan dengan Lasser Cuts. Namun juga ada resiko dari Hand Cuts jika sudah terlanjur terpotong maka proses perbaikan akan sulit, oleh karena itu dibutuhkan kesabaran yang ekstra dalam pengerjaannya. Dari pada terlanjur terpotong karena tidak akan bisa diperbaiki.
    Sesabar apa dalam proses pengerjaannya? Sabar banget lah pokoknya, tidak boleh terburu-buru dan asal jika ingin hasilnya maksimal dan meminimalisir kesalahan yang ada. Terlebih jika anda membuatnya untuk orang yang spesial dengan harapan menjadi kado yang istimewa pula tentunya. Maka waktu bukan menjadi kendala, dan kesabaran akan muncul dengan sendirinya pada proses pembuatannya berlangsung. Paper Cuts ini dapat menjadi kado yang istimewa bagi seseorang yang spesial untuk anda tentunya, mengapa begitu? Yang jelas benda ini hanya ada satu di dunia, dengan kata lain super limited edition & tidak ada yang akan memilikinya selain orang yang anda beri kado ini. Dan tentunya cukup memberi kepuasan dengan memberi kado yang langsung dibuat dengan tangan anda sendiri, keringat anda sendiri, dan merepresentasikan seberapa spesialnya dia untuk anda. Berminat membuatnya untuk kado? Yuk mari




(more details of Paper Cuts)


a Jellyfish Dream : an Artwork by Iqbal Krishnamurty

     Mimpi, harapan, keinginan, atau apalah anda menyebutnya, pasti kita memilikinya dalam benak kita masing-masing. Ya, pasti kita akan membayangkan apa yang akan kita capai di masa yang akan datang. Mungkin sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, namun memang benar adanya begiu, mereka yang menjadi orang hebat di dunia ini juga banyak yang menjadi sukses karena realisasi dari mimpi mereka pada masa sebelumnya. Einstein juga memiliki quote yang terkenal yaitu "Imagination more Important than Knowledge". Bahkan orang sehebat Einstein berpendapat seperti itu dan mungkin dari imajinasinya dia menjadi orang yang hebat seperti itu.



(foto : Dokumentasi Iqbal Krishnamurty)

    Jellyfish (Ubur-Ubur), hewan laut transparan dengan warna yang unik ini merupakan hewan yang indah namun juga unik karena struktur tubuhnya. Hewan ini seakan bebas dan berenang dengan caranya yang berbeda karena bentuknya sendiri. Kebebasan berekspresi menjadi diri sendiri dan diterima oleh banyak orang. Terlihat berbeda dan tidak dianggap aneh karena perbedaan, sebenarnya tidak ada yang salah dengan perbedaan yang kita miliki atau kita buat, asal tidak merugikan orang lain saja. Manusia terlahir berbeda satu dengan lain, namun jarang yang mau menjadi berbeda dan mengambil langkahnya tanpa terbatasi. Banyak yang memilih terlihat sama dengan yang lain agar dapat diterima dan menjadi bagian dari suatu kelompok, padahal dari perbedaan membuat kita menjadi lebih menarik.
     Terlihat aneh hanyalah awal dari langkah yang kita ambil dari keputusan yang kita buat, namun pada akhirnya kita akan dapat melihat dari diferensiasi aneh yang kita lakukan merepresentasikan bagaimana kita dan siapa kita sebenarnya. Ambilah langkahmu sendiri yang sebenarnya menjadi keinginanmu dan menunjukan siapa anda sebenarnya seperti yang dilakukan Jellyfish. Bisa dibilang cara berenang dari Jellyfish sendiri anti mainstream karena bentuk tubuhnya dan tidak menjadi masalah baginya, karena begitulah ia apa adanya. Dari karya ini menjadikan inspirasi bagi kita semua bagi kita, tidak ada yang salah dari perbedaan yang kita buat, tinggal bagaimana kita menyampaikannya kepada orang lain. Berenanglah seperti Jellyfish dan jadilah dirimu seutuhnya.

Meet The Artist & My Tutor : Iqbal Krishnamurty

  Selamat siang sodara-sodara, sudah cukup lama vakum buat ngepost disini, nah sekarang saya mau ngepost lagi ni dengan bahasan yang agak beda tapi juga masih nyambung ke Paper Cuts tentunya. Sesuai janji saya diawal blog, saya mau ngepost tentang orang yang mengajari saya tentang Paper Cuts, Mas Iqbal. Beliau ini senior saya di kampus Desain Produk Industri ITS Surabaya, namun saat ini sudah lulus dan melanjutkan studinya di ITB. Saya dan beliau mulai berkenalan sejak saya menjadi maba, mungkin karena saya juga suka main-main ke tempat senior buat belajar, akhirnya melihat karyanya mas Iqbal tentang Paper Cuts yang mulai ditekuni sejak tahun 2011 mungkin, terus saya jadi pingin ikut-ikutan mbuat Paper Cuts. Awalnya saya tertarik karena keren, tapi lama-lama setelah mencoba, memang feelnya saat membuat Paper Cuts kerasa, puas, seneng, dan masih banyak lainnya mungkin yang tidak bisa saya sebutkan.



(foto : Dokumentasi Iqbal Krishnamurty)


  Awal mula beliau bermain dengan Paper Cuts karena terinspirasi oleh beberapa artis Paper Cuts di luar negeri dan tingkat craftmaship dari pembuatan Paper Cuts sendiri yang cukup tinggi. Terutama pada HandCut, karena hal tersebut beliau lebih memilih menggunakan teknik HandCuts sebagai teknik eksekusinya, lebih terasa dalam pembuatannya. Pada awalnya hanya sekedar hobi saja, namun lama-lama ada yang melirik karyanya dan saat ini tercatat 5 karyanya yang dimuat dalam majalah Dewi. "Ya, enggak nyangka si sebenernya, cuma sekedar hobi aja, tapi ya serius namanya juga seneng, eh ada yang nawarin buat makai karyaku buat masuk majalah, hajar deh!" begitu penuturan beliau tentang bagaimana karyanya bisa masuk ke majalah Dewi.






(foto : Dokumentasi Iqbal Krishnamurty)

     Hobi, kita pasti memilikinya namun hanya sedikit yang benar-benar serius pada hobi yang dimiliki dan terkadang hanya ikut-ikutan atau sementara saja. Melihat dari mas Iqbal ini menjadikan suatu inspirasi baru bagi kita semua jika hobi dapat menjadi suatu tambang uang yang tidak terduga. Dan sudah pasti kita mengerjakannya dengan penuh semangat karena memang kita menyukainya, sudah pasti ada kepuasan tersendiri dan sudah jelas memiliki kepuasan dan tentu saja ada rupiah yang kita dapat. Bagaimana? Masih menganggap hobi hanya hal sepele?