Berbica vernacular design, sangat menarik untuk dibahas dan diaplikasikan, mengingat vernakular desain sendiri memanfaatkan kebudayaan lokal yang tumbuh di masyarakat pada suatu daerah tertentu. Dari mana sisi menariknya? Punch line desain yang dibuat berdasarkan visual yang ditampilkan oleh sang desainer untuk digunakan sebagai 'click point' kepada penikmatnya dan langsung menangkap apa yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.
Dalam kasus ini saya mencoba membuat Print-Ad yang menggunakan eksekusi paper cuts sebagai media penyampainya kepada masyarakat. Merokok dan nongkrong atau nyangkruk sudah menjadi kebiasaan dari sebagian besar masyarakat di Indonesia sendiri. Kebudayaan ini dapat dimanfaatkan sebagai 'click point' yang akan saya sampaikan kepada masyarakat. Karena dari kebiasaan dan budaya tersebut masyarakat tidak sulit untuk mengenali dan menelaah apa yang ingin saya sampaikan.
Mengapa paper cuts? Selain salah satu hobi saya, media ini jarang digunakan karena belum terlalu familier dan dapat menjadi media baru dalam eksekusi sebuah Print-Ad itu sendiri. Pada kasus ini saya menggunakan produk Gudang Garam Surya 16 sebagai produk yang ingin saya jadikan obyek Print-Ad kedalam paper cuts.
Bagaimana menurut anda? Apakah sudah menunjukan punch line dan anda mendapat 'click point' setelah melihat Print-Ad ini? Semoga yang ingin saya sampaikan tersampaikan.






