Tuesday, June 4, 2013

Meet The Artist & My Tutor : Iqbal Krishnamurty

  Selamat siang sodara-sodara, sudah cukup lama vakum buat ngepost disini, nah sekarang saya mau ngepost lagi ni dengan bahasan yang agak beda tapi juga masih nyambung ke Paper Cuts tentunya. Sesuai janji saya diawal blog, saya mau ngepost tentang orang yang mengajari saya tentang Paper Cuts, Mas Iqbal. Beliau ini senior saya di kampus Desain Produk Industri ITS Surabaya, namun saat ini sudah lulus dan melanjutkan studinya di ITB. Saya dan beliau mulai berkenalan sejak saya menjadi maba, mungkin karena saya juga suka main-main ke tempat senior buat belajar, akhirnya melihat karyanya mas Iqbal tentang Paper Cuts yang mulai ditekuni sejak tahun 2011 mungkin, terus saya jadi pingin ikut-ikutan mbuat Paper Cuts. Awalnya saya tertarik karena keren, tapi lama-lama setelah mencoba, memang feelnya saat membuat Paper Cuts kerasa, puas, seneng, dan masih banyak lainnya mungkin yang tidak bisa saya sebutkan.



(foto : Dokumentasi Iqbal Krishnamurty)


  Awal mula beliau bermain dengan Paper Cuts karena terinspirasi oleh beberapa artis Paper Cuts di luar negeri dan tingkat craftmaship dari pembuatan Paper Cuts sendiri yang cukup tinggi. Terutama pada HandCut, karena hal tersebut beliau lebih memilih menggunakan teknik HandCuts sebagai teknik eksekusinya, lebih terasa dalam pembuatannya. Pada awalnya hanya sekedar hobi saja, namun lama-lama ada yang melirik karyanya dan saat ini tercatat 5 karyanya yang dimuat dalam majalah Dewi. "Ya, enggak nyangka si sebenernya, cuma sekedar hobi aja, tapi ya serius namanya juga seneng, eh ada yang nawarin buat makai karyaku buat masuk majalah, hajar deh!" begitu penuturan beliau tentang bagaimana karyanya bisa masuk ke majalah Dewi.






(foto : Dokumentasi Iqbal Krishnamurty)

     Hobi, kita pasti memilikinya namun hanya sedikit yang benar-benar serius pada hobi yang dimiliki dan terkadang hanya ikut-ikutan atau sementara saja. Melihat dari mas Iqbal ini menjadikan suatu inspirasi baru bagi kita semua jika hobi dapat menjadi suatu tambang uang yang tidak terduga. Dan sudah pasti kita mengerjakannya dengan penuh semangat karena memang kita menyukainya, sudah pasti ada kepuasan tersendiri dan sudah jelas memiliki kepuasan dan tentu saja ada rupiah yang kita dapat. Bagaimana? Masih menganggap hobi hanya hal sepele?

1 comment: